seperti biasa di pagi yang cerah fera bersiapa untuk berangkat sekolah karena didepan rumahnya sudah menunggu ke lima sahabatnya untuk berangkat sekolah bersama akan tetapi ada ysng berbeda kali ini dengan salah satu sahabat fera yaitu riko, sepanjang jalan menuju menuju sekolah riko terdiam, tak seperti biasanya riko adalah seorang yang ceria diantara sahabatn fera liannya. sesampainya di sekolahpun riko masi bungkam dan tak seperti biasanya riko langsung masuk kelas seorang diri tanpa menuggu yang lainnya. fera mulai penasaraneh dengan sifat riko yang mendadak beda seperti ini, akhirnya fera menanyakan pada santi.
"kenapa san si riko ko diem kaya gitu ? " seru fera kepada santi
"aku juga gatua dua ga cerita, ah paling gara-gara di hukum bu rani kemarin" seru santi
akhirnya mereka memasuki kelas masing-masing karena bel sekolah sudah berbunyi, ibu sasya masuk kelas 12 IPA 2 yang dimana disitu kelas riko, fera, tedy dan rian. pelajaran b. inggris dimulai seperti biasa, ibu sasya selalu memberikan pertenyaan pada awal pelajaran. myngkin rki sedang tidak beruntung karena riko diajukan pertanyaan kepada riko karena dia sedang melamun.
"riko tolong kamu jelaskan kembali pelajaran minggu lalu!" seru bu sasya.
bukannya menjawab riko malah melamun sehingga menyebabkan bu sasya marah kepadanya.
"riko apa yang sedang kamu pikirkan? nukannya menjawabpertanyaan ibu kamu malah bungkam diam seperti itu !!" dengan nada keras bu sasya berbicara.
"maaf bu" dengan muka lesu riko menjawab
karena itu bu sasya sudah kesal, akhirnya riko dihukum, yaitui riko riko deperintahkan keluar selama pelajaran bu sasya.rikopun keluar kelas. disaat keluar kelas riko bertemu dengan santi dan meylan. biasanya riko menyapa dengan candaannya yang khas,namun kali ini tidak. tak terasa wakti menunjukan pukul 14.00 yang menandakan waktu pelajaran telah habis. riko,fera, santi, rian, tedy, meylan dan siswa lainnya meninggalkan sekolah. saat perjalanan menuju rumah tedy, fera menanyakan kepada riko , namun dia tidak menjawab apapun. sesampainya di rumah tedy rian dan lainnya duduk santai di ruangan yang ada di kamar tedy, disaat sedang asyik menonton tv, tiba-tiba riko membawa tas dan meminta ijin kepada tedy untuk pulang terlebih dahulu.
"tedy gue balik duluan" seru riko
tedy dan yang lainyapuun semakin heran dengan sikap riko yang semakin berbeda, akhirnya rian memiliki ide untuk menanyakan kepada orang tua riko, pada akhirnya fera mencoba menghubungi ibu riko. ternyata riko bersifat aneh karena ayahnya kini sedang sakut keras dan membutuhkan uang yang tidak sedikit yaitu 150 juta untuk perawatan penyakit hati yang di idap oleh ayah o, riko yang seorang anak satu-satunya kini riko sedang dtres memikirkan ayahnya. keesokan harinya di sekolah fera dan lainnya menemui riko pada jam istirahat untuk menanyakan yang sebenarnya.
"hey, riko kenapa sih lo ga ngomong ke kita kalo ayah lo sakit parah/"seru rian
"ya, riko kenapa kamu ga cerita siapa tau kita bisa bantu ??"seru santi
"gue, bisa ngatasin masalah ini sendiri tanpa bantuan lo semua"seru riko
fera dan rian hanya bisa terduam melihat sifat yang kini emosinya sedang memnuncak karena fera ikit priihatin terhadap kondisi ayah riko yang sedang sakit parah. fera mengirim pesan singkat yang isi pesan singkat itu adalah
"hey riko
aku iktu prihatin ya ? atas sakitnya ayah kamu
aku harap kamu bisa tabah dan ayah kamu bisa sembuh lagi, aku sayang kamu :))
sayangnya sms itu tidak sampai ke riko karena handphone riko sedang ada du tangan zaskia yang bukan lain adalah pacar riko yang sidah berjalan hampur 2 tahun tapi ternyatasms itu dibaca oleh pacar riko dan akhirnya timbul rasa cemburu, keesokanya zaskia menemui riko di sekolah.
"sayang siapa sih ini orang ngomong sayang-sayang ke kamu!" seri zaskia
"siapa? orang hp aku ada di kamu kan?"seru riko
"ahh ini liat aja sms benci sama kamu!"seru zaskia
zaskiapun langsung melemparkan handphone itu ke badan riko, rikooun membaca isi sms itu dan rikopun melihat ternyata yang sms adalah fera, sehentak rikopun marah dan alhirnya menemui fera yang saat itu sedang ada di kantin bersama ke 4 sahabat lainnya.
"hey riko" seru fera
"ah apa sih lo! jangans soi baik di depan gue!"
"maksudnya??" seru fera
"lo ngaku sahabat gue tapi lo bikin gue makin sters aja! dengan sms lo yang pake sayang-sayangan segala bikin zaskia marah sama gue?puas lo! sahabat apaan itu namanya" seru riko
tedy dan lainnya hanya bisa menatap heran dengan perilaku riko kepada fera
"kenapa sih fer?" seru tedy
"udah udah jangan dibahas, eh mumet nih pengen jalan-jalan" seru santi
santi dan lainnyapun merencanakan untuk refresing dan tedy memiliki ide untuk pergi ke villa milik rian yang nantinnya mereka dapat menjelajahi daerah yang masih hijau itu, akhirnya merekapun memastikan hari kapan mereka akan berangkat yaitu akhir minggu ini yang tak lain jarak waktu tinggal 3 hari lagi untuk persiapan keberangkatannya.
keesokan harinya santi mencoba mengajak riko untuk ikut refresing pada akhir minggu ini
"hey riko ikut ya nanti kita mau ke villa milik rian??"seru santi
"ga bisa" riko
"kok gitu sihh??" santi
"yaudah liat nanti aja" riko
riko langsung pergi meninggalkan santi. tak terasa hari berganti berputar sangat cepat karena hari ini hari dimana merka akan pergi ke villa rian, mereka berkumpul di rumah fera. pada jam 07.00 baru ada tedy yg stand bye di rumah fera.
"hey tedy masuk aja" seru fera
jam 08.30 santi dan rian sudah datang disusul meylan. mereka menunggu riko hampir 1 jam berlalu riko belum datang juga. tak lama kemudian riko datang dan merekapun berpamitan dan pergi menaiki mobil teduy sebelum pergi ternyata fera belum sarapan dan ibunya sudah mengingatkan kepada fera untuk sarapan terlebih dahulu karena dia memiliki penyakit magh yang sudah kronis akhirntya ibu fera mengirim pesan kepada tedy., akan tetapi hanphone tedy sedang tidak di aktifkan. dilain tempat yaitu di dalam mobil fera sudah merasakan magh namun teman-temanyya tidak menyadarinya. sesampainya di villa rian merekapun langsung bergegas menyiapkan barang-barang untuk naik gunung begitupun dengan fera. merekapun pergi ke gunung yang dekat dengan villa tersebut, awal perjalanan mereka masuh tertawa tawa akan tetapi di pertengahan fera merasakan maghnya kambuh namun teman-temannya tidak menyadari bahwa magh fera kambuh padahal mereka tau bahwa fera mempunyai magh namun mereka tidak mengetahui bahwa maghnya sudah kronis, tak lama kemudian di perjalanan menuju pincak gunung sudah mulai tak bersemangat seperti tadi dan akhirnya fera pun tertinggal jauh dari teman-teman lainnya.
"tunggu dong jangan cepet-cepet" seru fera
"ya kamu fer biasannya juga kamu paling semangat kalo hiking kaya gini, ayooo dadadahh fera" seru santi dan lainnya
"beneran kali ini aku ga boong aku capee" seru fera
tapi tetap saja teman-temannya menghiraukan fera karena anggapan temannya fera bercanda. rian dan sahabat fera lainnya sudah hampir sampai tempat tujuan sedangkan disisi lainm fera sedang duduk lemas ditempat dimana fera si tinggalkan dan akhirnya fera dibantu oleh penduduk tersebut untuk turun gunung, saat sampau puncak gunung meylan baru menyadari bahwa selama perjalanan tadi, fera sudah tertinggal jauh.
"tedy,, fera mana?" seru meylan
:paling di belakang" seru tedy
"mana?? di belakang ga ada? gimana dong fera" seru meykan
"emang tadi kalian tinggalin fera??" seru santi
"iya gue kira dia cuma bercanda kaya dulu tapi kemna ya fera?? yaudah gue tlp dlu" seru tedy
tedypun mengeluarkan dan mengaktifkan hanphonenya yang tadinya bertujuan untuk mentelepon fera, saat hanphone tedy di aktifkan ternyata ada sms dari ibu fera yang isinya adalah
"tedy maaf tante minta tolong ingetin fera
jangan lupa makan danminum obat soalnya dia tadi lupa,
maksih ya tedy"
tedypun terhentak kaget dengan sms tersebut tedy,santi dan rian langsung lari menyusul fera akan tetapi riko hanya diam tak merespon bahwa fera masi ada di bawah kaki gunung. akan tetapi setelah dipaksa oleh meylan rikopun ikut mencari fera, setelah hampir 1 jam mencari mereka bertemu dengan penduduk yang tadi menyelamatkan fera, saat ditanyakan bagaimana kondisi fera si penduduk itu berkata :
"ya de yang ade maksud ada di rumah salah satu teman saya, lain kali kalo berpergian jangan di tinggalkan temannya kasian dia tadi terlihat sangat pucat saat teman saya menemui anak tadi" seru penduduk tersebut
tedy dan sahabat fera lainnya hanya bisa terdiam mereka merasa bersalah karena telah menelantarkan fera, akhirnya mereka pun menemui fera di salah satu rumah penduduk tersebut, saat mereka sampai disana ternyat fera sudah tidak ada saat ditanyakan kepada salah satu penghuni rumah tersebut ternyat fera sudah pulang
-bersambung-